Pedagang VS Pebisnis

Pedagang VS Pebisnis – Bisnis kuliner atau usaha makanan adalah salah satu sektor yang saat ini benar-benar terkena dampak dari covid-19, banyaknya pebisnis mulai gulung tikar karena tidak adanya konsumen yang datang membuat pebisnis kualahan untuk dapat pemasukan untuk biaya operasional.

Juga dengan pedagang-pedagang pinggir jalan, mereka juga pastinya mengalami penurunan omset karena daya beli yang kurang di usaha makanan nya, dan kebanyakan masyarakat cenderung memasak sendiri untuk kebutuhan rumahnya.

Akibatnya situasi seperti ini membuat bidang kuliner harus lebih kreatif dalam mencari pemasukan lainnya. Tapi yang menjadi pertanyaannya adalah, kenapa pernyataan diatas dipisah antara pebisnis VS pedagang padahal sama-sama jualan makanan?? Baca Juga : Strategi menentukan Gaji dan Rekruit Staff untuk Outlet Gerobakan

Nah kali ini mimin mau kasih info ke kamu semua, apa yang menjadi pembeda antara pebisnis dan pedagang menurut sudut pandang mimin yaaa.

Pedagang VS Pebisnis

1. Keuangan

Pedagang : uang hasil penjualan harian sampai dengan bulanan biasanya tidak dilakukan pencatatan detail, misalnya sales nya berapa, belanja berapa, operasional berapa dll.

Mereka hanya fokus pada jualan makanannya sampai habis kemudian dapat omset dan omset nya dibuat belanja untuk kebutuhan besok, kemudian sisanya adalah keuntungan untuk pedagang.

Jadi intinya tidak ada laporan keuangan yang jelas berapakah net profit penjualannya setiap bulan.

Pebisnis : semua transaksi baik masuk, keluar atau biaya lainnya dicatat rapih untuk pembukuannya. Baik mengguanak kertas biasa, excel atau aplikasi POS untuk transaksi yang lebih rapi. Gunanya untuk memastikan berapa kah keuntungan atau kerugian di akhir bulan. Dan data nya bisa juga untuk melakukan riset kembali.

2. Operasional

Pedagang : Biasanya pedagang melakukan kegiatan berjualannya sendiri, guna untuk memastikan produk yang diterima konsumen sesuai standart si pedagang.

Dan bila harus menggunakan karyawan, pedagang tersebut masih aktif berjaga juga di outlet. Karena takut rasa produknya berbeda bila bukan dia yang memasaknya.

Pebisnis : biasanya kegiatan jualan di outlet di lakukan oleh staff, pebisnis hanya akan lakukan controlling beberapa kali.. fokus pebisnis biasanya adalah membuat semua SOP agar senua standart operasional outlet tetap baik meski tidak ada si pebisnis itu sendiri.

Dan biasanya pebisnis akan melakukan hal-hal yang strategic seperti membuka cabang baru, fokus marketing, pembukuan dllnya. Baca Juga : Membangun Bisnis dari Nol

3. Marketing

Pedagang : Biasanya pedagang hanya fokus pada penjualannya saja, pemasaran lebih menggunakan mulut ke mulut, bila rasanya enak orang lain akan informasikan ke kerabatnya dan melakukan repeat order kembali.

Pebisnis : melakukan serangkaian kegiatan pemasaran agar branding atau awareness outlet tersebut lebih cepat dikenal dan lebih cepat laris karena menginformasikan kesemua orang bila outlet jualannya sudah buka.

Dan biasnaya pebisnis akan melakukan aktifitas online yang sedang hits, dan masuk ojek online.agar produk lebih mudah di jangkau.

Naahh kira-kira 3 bagian dulu ya jabaran mengenai pedagang vs pebisnisnya. Kira-kira kamu masuk yang mana hayooo?? Ga ada salahnya sih jadi pedagang atau pebisnis, semua sama saja yang penting produk yang kita jual halal, dang a tipu-tipu yaaa hehehe