Monumen Nasional Jakarta

Monumen Nasional Jakarta – Monumen Nasional Jakarta atau yang populer disingkat dengan Monas atau Tugu Monas adalah monumen peringatan setinggi 132 meter (433 kaki). Di dirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Dan juga bertujuan agar terus membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme generasi penerus.

Monumen Nasional Jakarta

Monumen Nasional Jakarta

Rancang bangun Tugu Monas berdasarkan pada konsep pasangan universal yang abadi; Lingga dan Yoni. Tugu obelisk yang menjulang tinggi adalah lingga yang melambangkan laki-laki. Elemen maskulin yang bersifat aktif dan positif, serta melambangkan siang hari. Sementara pelataran cawan landasan obelisk adalah Yoni yang melambangkan perempuan, elemen feminin yang pasif dan negatif, serta melambangkan malam hari. Lingga dan yoni merupakan lambang kesuburan dan kesatuan harmonis yang saling melengkapi sedari masa prasejarah Indonesia.

Baca juga tentang ” Peluang Usaha Kuliner di Jakarta yang sedang ngehits di kalangan anak Muda  “

Selain itu bentuk Tugu Monas juga dapat ditafsirkan sebagai sepasang “alu” dan “Lesung”, alat penumbuk padi yang didapati dalam setiap rumah tangga petani tradisional Indonesia. Dengan demikian rancang bangun Monas penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia. Monumen terdiri atas 117,7 meter obelisk di atas landasan persegi setinggi 17 meter, pelataran cawan dan monumen ini dilapisi dengan marmer Italia.

Tugu ini diarsiteki oleh Friedrich Silaban dan R. M. Soedarsono. awalnya rancangan yang diajukan Silaban terlalu luar biasa sehingga biayanya sangat besar dan tidak mampu ditanggung oleh anggaran negara, karena pada saat itu kondisi ekonomi indonesia cukup buruk. Silaban menolak merancang bangunan yang lebih kecil, dan menyarankan pembangunan ditunda hingga ekonomi Indonesia membaik.

Baca Juga Tentang ” Memulai Bisnis dengan Kemitraan yang tidak ribet

Pembangunan monumen ini dimulai pada tanggal 17 Agustus 1961 di bawah perintah presiden Sukarno, dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Tugu ini dimahkotai lidah api yang dilapisi lembaran emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala.

daddys takoyaki monas jakarta

Sumber gambar : Wikipedia.org

Perkembangan Bisnis di DKI Jakarta Turut Memperindah Lokasi Monas Saat Ini.

Perkembangan pesat bisnis baik waralaba, perbankan, investasi ataupun peluang usaha lainnya di Jakarta jugalah yang memperindah lokasi monas saat ini. Semakin berkembangnya bisnis di Jakarta juga diiringi dengan mulai banyaknya gedung-gedung pencakar langit yang dibangun di Jakarta. Jika kalian pernah menaiki Tugu Monas, pasti kalian bisa melihat banyaknya gedung-gedung pencakar langit yang sangat keren di sekitaran Monumen Nasional.

Baca juga Artikel tentang ” Kuliner Asli Jepang Yang Wajib Anda Coba