Gedung Sate Bandung yang pada masa Hindia Belanda itu disebut Gouvernements Bedrijven (GB).

Pada tanggal 27 Juli 1920. Pembangunannya melibatkan 2000 pekerja. Pembangunan Gedung Sate memakan waktu selama 4 tahun. Selesai di bulan September 1924 berupa bangunan induk utama, kantor pusat PTT (Pos, Telepon, dan Telegraf), dan Perpustakaan. baca juga informasi tentang “Franchise Bisnis Makanan Terbaik“.

Gedung Sate Bandung

Daddys Takoyaki Pedia Gedung Sate Bandung

Arsitektur Gedung Sate merupakan hasil karya arsitek Ir. J.Gerber dan kelompoknya, yang tidak terlepas dari masukan maestro arsitek Belanda Dr.Hendrik Petrus Berlage, yang bernuansakan wajah arsitektur tradisional Nusantara. Baca juga informasi tentang “Kemitraan Waralaba Terbaik 2017“.

Gerber sendiri memadukan beberapa aliran arsitektur ke dalam rancangannya. Untuk jendela, Gerber mengambil tema Moor Spanyol, sedangkan untuk bangunannya dalah Rennaisance Italia. Khusus untuk menara, Gerber memasukkan aliran Asia, yaitu gaya atap pura Bali atau pagoda di Thailand.

gedung sate bandung daddys takoyaki

Tusuk Sate

Di puncaknya terdapat “tusuk sate” dengan 6 buah ornamen sate (versi lain menyebutkan jambu air atau melati), yang melambangkan 6 juta gulden – jumlah biaya yang digunakan untuk membangun Gedung Sate.

Fasade (tampak depan) Gedung Sate ternyata sangat diperhitungkan. Dengan mengikuti sumbu poros utara-selatan (yang juga diterapkan di Gedung Pakuan, yang menghadap Gunung Malabar di selatan), Gedung Sate justru sengaja dibangun menghadap Gunung Tangkuban Perahu di sebelah utara.

Kuat dan utuhnya Gedung Sate hingga kini, tidak terlepas dari bahan dan teknis konstruksi yang dipakai. Dinding Gedung Sate terbuat dari kepingan batu ukuran besar (1 × 1 × 2 m) yang diambil dari kawasan perbukitan batu di Bandung timur sekitar Arcamanik dan Gunung Manglayang.

Tidak hanya memiliki sejarah indah, gedung sate bandung juga memiliki cerita duka di masa lalu. Kurang lebih 71 tahun yang lalu, pada tanggal 3 Desember 1945, terjadi tragedi memilukan di gedung. Nyawa tujuh orang pemuda melayang akibat berusaha untuk mempertahankan Gedung Sate dari serbuan tentara Gurkha yang di belakangnya ada tentara Inggris dan Belanda. Baca juga artikel tentang “Jembatan Ampera Palembang“.

Gedung Sate merupakan peninggalan bersejarah dari bangsa kolonial belanda, semoga bangunan ini bisa terus terawat dan terjaga keindahannya agar dapat memberikan pelajaran sejarah yang penting untuk bangsa kita. Sekian info dari waralaba daddys takoyaki pedia, tunggu informasi menarik kami lainnya, salam sukses untuk bisnis kalian.