Cara Pengembangan CRM di Era Digital

Cara Pengembangan CRM di Era Digital – Konsep CRM ( Customer Relationship Management ) ini bukanlah sesuatu yang baru. Karena sudah ada pada tahun 1980- an dimulai oleh Robert dan Kate kestnbaum yang menemukan konsep Database marketing. Dimana kita menggunakan analisis data untuk menentukan siapa prospek atau pelanggan yang akan kita hubungi lebih lanjut. Seiring dengan berkembangnya teknologi tiga decade terakhir, CRM telah berevolusi sehingga mencakup lebih banyak aspek mengenai hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya. Sekarang,secara umum CRM dibagi menjadi tiga modul yaitu Sales, Customer Service, dan marketing.

Cara Pengembangan CRM di Era Digital

Konsep CRM ( Customer Relationship Management ) juga sangat berguna. Apalagi jika anda sedang mengembangkan peluang usaha ataupun bisnis lainnya. Kali ini kita akan membahas dua cara pengembangan yang banyak di lakukan oleh perusahaan untuk mengadaptasikan CRM di era digital. Berikut Cara Pengembangan CRM di Era Digital. Baca Juga Tentang ” Peluang Bisnis Makanan dengan Modal Kecil

Inbound Marketing Daddys Takoyaki

Contoh Inbound Marketing, sumber gambar : matchcraft.com

Inbound Marketing

Inbound Marketing adalah sebuah konsep yang dijalankan perusahaan untuk dapat menarik prospek agar datang kepada mereka (Inbound). Dibandingkan kepada mereka (Outbond) untuk mencari prospek tersebut. Dahulu konsep Inbond hanya di lakukan oleh bisnis online, namu saat ini bisa digunakan untuk semua jenis usaha baik B2C atau B2B. Jadi, Bagaimana caranya kita bisa mendatangkan prospek ketempat kita? Jawabannya adalah dengan menyediakan sesuatu yang menarik buat para prospek, yaitu konten yang berkualitas yang berhubungan langsung dengan apa yang mereka cari.oleh karena itu, konsep ini sangat erat berkaitan dengan blogging.

Sebagai contoh, anda bekerja di bidang sales dan sedang mencari informasi mengenai cara meningkatkan efisiensi tim anda. Setelah melakukan pencarian di google search anda menemukan 1 artikel yang membahas mengenai cara menentukan CRM yang tepat. Di akhir artikel, sang penulis menawarkan sebuah file yang berisi perbandingan dari beberapa produk CRM terkemuka baik dari segi harga, fitur dan studi kasus. File tersebut dapat anda unduh secara gratis, tetapi anda harus memasukan nama anda,perusahaan,email dan nomor telepon. Apakah anda bersedia memberikan informasi tersebut ?

Baca Juga Tentang Membuka ” Peluang Mitra Bisnis Makanan Sehat

Jika anda merasa artikel tersebut  membantu anda mencari solusi, maka kemungkinan besar anda akan memberikan informasi pribadi yang dibutuhkan. Kemudian setelah 10 menit anda selesai membaca filenya, maka telepon anda akan bordering dan anda menerima panggilan dari seorang sales agent penyedia CRM tempat anda menemukan artikel tersebut.Dengan kondisi anda telah membaca artikelnya dan timing yang tepat saat menelpon, besar kemungkinan anda akan menerima ajakan agen sales untuk bertemu.Jadi pada dasarnya. Konsep inbond marketing menggunakan artikel atau konten yang anda sediakan secara online sebagai cara untuk mendapatkan informasi kontak dari prospek yang sedang mencari produk atau jasa yang anda tawarkan. Prospek tersebut bisa segera dimasukkan ke dalam CRM secara otomatis dan ditindaklanjuti oleh tim sales untuk dibawa ketahap penjualan selanjutnya.

Customer Service Via Media Sosial

Customer Service Via Media Sosial, sumber gambar : businessfirstfamily.com

Customer Service Via Media Sosial

Dewasa ini, semakin banyak customer yang menggunakan media social untuk menyatakan kepuasan atau complain mereka. Mengapa demikian? Karena cara ini lebih mudah dibandingkan metode konvensional yaitu menelpon call center yang dapat menghabisakan lebih banyak waktu,usaha,dan biaya.

Untuk mengantisipasi hal ini, banyak perusahaan telah mengintegrasikan CRM mereka dengan modul social media monitoring sehingga bisa segera menangani tanggapan customer secara cepat dan relevan. Contohnya, jika ada seorang customer menanyakan soal waktu instalasi produk di facebook page perusahaan anda. Maka Otomatis pertanyaan akan langsung masuk ke dalam system CRM sehingga bisa segera di tanggapi oleh customer service agent dalam Fanpage tersebut.

Untuk menilai kinerja tim Customer Service media social, pada umumnya perusahaan menggunakan KPI. Yaitu berapa persen input customer yang ditanggapi dan seberapa cepat tanggapan tersebut diberikan. Tentunya semakin banyak input yang dapat ditangani dan di kerjakan dengan waktu yang cepat. Semakin tinggi kualitas customer service yang anda berikan.Tentu saja melakukan customer service melalui media social membutuhkan investasi dari perusahaan , yaitu membangun sebuah tim untuk menangani hal ini dan juga komitmen penuh dari manajemen untuk mendukung pelaksanaannya.

Lalu apa hasil yang bisa di harapkan oleh perusahaan dengan customer service media social ?. Pertama adalah semakin banyaknya umpan balik yang bisa diterima oleh perusahaan. Hal ini akan sangat berguna agar manajemen dapat mengetahui kelemahan yang masih sering terjadi didalam perusahaan. Kedua adalah meningkatnya kualitas brand anda dengan menunjukan komitmen untuk menanggapi input customer dengan cepat dan relevan.

Demikian informasi mengenai Cara Pengembangan CRM di Era Digital, Baca juga Artikel ” Menjadi  Pimpinan Sukses Sisnis Waralaba dan Peluang Usaha “

Sumber :
Majalah Markerting Edisi 09/XV/SEPTEMBER 2015