8 Tips Membangun Bisnis Makanan Untuk Pemula

Membangun Bisnis Makanan – Apakah Anda ragu untuk memulai bisnis makanan sendiri ? Jika ragu, segera cari tahu hal apa yang membuat anda ragu, dan bagaimana menghilangkan keraguan tersebut. Mungkin tips 8 langkah untuk memulai bisnis waralaba makanan yang akan kami infokan ini bisa berguna untuk anda.

Jika Anda adalah seseorang yang baru merintis bisnis kuliner dan memiliki cita-cita tinggi dengan ide bisnis yang baru & segar, mungkin awalnya akan kebingungan untuk memulainya darimana. Nah, ternyata sekarang mungkin waktu yang tepat untuk mengambil risiko tersebut.

Membangun Bisnis Makanan

Di Amerika Serikat, penelitian menunjukkan bahwa industri jasa makanan sedang booming tahun ini, dan akan mencapai $ 4,2 triliun dengan CAGR tahunan sebesar 3,6% pada tahun 2024.

Tetapi gagasan memulai bisnis F&B Anda sendiri mungkin tampak menakutkan, terutama ketika menyebutkan fakta bahwa prospek perusahaan baru sangat suram. Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 90% dari restoran baru gagal. Sedangkan yang berhasil hanya 10%.

Jadi untuk membantu Anda memulai, kami telah mengumpulkan panduan pemula 8 langkah dan tips dari orang-orang yang sudah berhasil di setiap peluang usaha yang mereka jalani.

1. Buat Rencana Bisnis yang Solid

Hal pertama yang harus Anda lakukan sebelum melakukan investasi / membangun bisnis makanan adalah melakukan riset dengan teliti. Habiskan beberapa minggu (atau bahkan berbulan-bulan) untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang lanskap layanan makanan yang lebih luas, target pelanggan Anda, tren terbaru dan pesaing, dan mulai menulis rencana bisnis untuk investor Anda. Business plan ini biasanya mencakup : pelanggan, konsumen, saluran dan konteks.

Baca juga : Tips Meningkatkan Loyalitas Pelanggan

2. Amankan Keuangan Anda

Sekarang saatnya mengatur keuangan Anda. Tetapi tidak semua orang yang memulai bisnis restoran memiliki dana pribadi untuk mewujudukannya.

Untungnya, ada banyak cara lain untuk Anda agar mendapatkan dana untuk usaha baru Anda:
– Dapatkan pinjaman bisnis (Bank)
– Meminjam dana dari kerabat
– Mencari investor
– Crowdfunding
– Bantuan pemerintah

Ingatlah bahwa hal ini akan membutuhkan waktu bertahun-tahun agar Anda benar-benar mendapatkan keuntungan pertama. Jadi pikirkan tentang memulai dari yang kecil dan memilih mitra bisnis Anda dengan bijak, karena mereka akan ada untuk anda untuk sementara waktu.

3. Pilih Lokasi Anda

Anda tahu apa yang mereka katakan: “lokasi, lokasi dan lokasi”. Ternyata, hal ini tidak selalu benar. Lokasi yang Anda pilih untuk memulai bisnis Anda tergantung pada sejumlah faktor, dan kecuali Anda sangat bergantung pada lalu lintas pejalan kaki, Anda tidak perlu berada di lokasi mall terbaru. Baca juga : Tips Memilih Lokasi Bisnis Franchise Makanan

Berikut adalah beberapa faktor yang mungkin Anda akan pertimbangkan:

  • Biaya : berdasarkan proyeksi penjualan dan laba Anda, berapa biaya sewa tempat yang cocok untuk Anda ?
  • Aksesibilitas : bagaimana Anda mendapatkan pelanggan ke restoran Anda, dengan berjalan kaki, dengan mobil, dengan transportasi umum?
  • Kompetitor : pesaing dan bisnis lain dapat memengaruhi konsumen Anda, jadi petakan apa yang ada di sekitar Anda, dan bagaimana hal itu dapat memengaruhi bisnis Anda
  • Rencana Kedepan : pertimbangkan / bayangkan seperti apa lingkungan itu dalam 2, 5, 10 tahun kedepan.

4. Desain Tata Ruang Anda

Setelah Anda memiliki tempat usaha, saatnya untuk mulai bekerja pada dekorasinya.

Tentu saja, ini akan tergantung pada jenis usaha yang Anda jalankan, tetapi biasanya restoran mendedikasikan sekitar 45-60% ruang mereka untuk ruang makan, sekitar 35% untuk area dapur dan sisanya untuk penyimpanan dan ruang kantor.

Pikirkan baik-baik tentang tata ruang dapur dan ruang makan Anda. Ruang persiapan juga penting, jadi pastikan koki Anda memiliki cukup ruang untuk piring, hiasan, dan tempat untuk menghias piring mereka.

7. Mulai Rekrut Karyawan Anda

Pertama, pikirkan staf seperti apa yang perlu Anda pekerjakan untuk restoran Anda. Berdasarkan skala restoran, hal ini mungkin termasuk: manajer SDM, bagian purchasing, akuntan, manajer pemasaran & penjualan, koki, pelayan, bartender, dan staf kebersihan dan cuci piring.

Pastikan untuk mempekerjakan staf yang cukup untuk setiap pekerjaan, dan untuk mengantisipasi perubahan shift kerja dan cadangan karyawan jika ada yang sakit atau liburan.

Carilah kandidat dengan pengalaman yang cukup dan rekam jejak yang sukses, yang cepat dalam menjalankan tugasnya, dapat melakukan banyak tugas dan efisien.

Semua karyawan Anda harus bekerja dengan baik di bawah tekanan, dan staf yang menghadapi pelanggan harus memiliki keterampilan sosial yang luar biasa.

Pastikan disaat interview. anda memeriksa latar belakang mereka, dan melakukan beberapa wawancara tatap muka dan menelepon referensi yang mereka berikan.

8. Iklankan Bisnis Anda

Sebelum membuka restoran, Anda harus melakukan sejumlah iklan ntuk memberi tahu masyarakat sekitar bahwa ada restoran baru di tempat tersebut.

Dan meskipun dari mulut ke mulut masih merupakan bentuk publisitas terbaik, berikut adalah beberapa cara lain yang mungkin ingin Anda pertimbangkan untuk promosi restoran baru Anda:

  • Bangun situs web yang bagus : pastikan mudah dinavigasi dan menyertakan semua informasi utama, termasuk waktu buka, menu, booking tempat dll.
  • Gunakan media sosial: buat akun di Facebook, Twitter, Linkedin dan Instagram, dan bagikan berita yang relevan dan foto berkualitas tinggi dari restoran Anda dan proses di belakang layar saat Anda sedang bersiap-siap untuk hari pembukaan
  • Pasang iklan di koran lokal (dan platform berita online)
  • Soft opening: Pertimbangkan untuk mengadakan soft opening untuk keluarga & teman, mitra bisnis ataupun lainnya.
  • Tawarkan promosi kepada tamu baru: tawarkan minuman atau makanan penutup gratis untuk 10, 50 atau 100 pelanggan pertama – Anda akan dikenang karena keramahan dan kemurahan hati Anda. Lagipula, siapa yang tidak suka barang gratis?

Bekerja keras, jangan menyerah, dan bersiaplah untuk mengambil risiko. Memulai usaha baru apa pun akan menjadi tantangan dan kemungkinan besar merupakan perjuangan yang berat, tetapi pada akhirnya, tidak ada yang terasa lebih manis daripada kemenangan.