7 Kesalahan Dasar Produk Baru Bagian Pertama

7 Kesalahan Dasar Produk Baru Bagian Pertama – Ada begitu banyak brand / peluang usaha / waralaba, baik waralaba makanan ataupun waralaba lainnya yang bermunculan di pasar, dari sekian banyak yang hadir hanya beberapa yang mampu bertahan dalam jangka panjang. Ada juga yang hanya trend di awal lalu dijadikan usaha sampingan dan memudar seiring berjalannya waktu dan persaingan di pasar. Ada beberapa kesalahan yang dilakukan oleh brand baru yang menyebabkan hal itu terjadi.

7 Kesalahan Dasar Produk Baru Bagian Pertama

Namun sebelum kita membahasnya, ada beberapa factor yang harus di ketahui, tentu pertama kali kita harus melihat kualitas dari produk atau layanan tersebut. Agar produk atau layanan tersebut bisa menjadi bisnis rumahan / peluang bisnis / kerja sampingan yang berguna untuk kita. Dan juga karena produk yang benar-benar tidak berkualitas walaupun dilakukan promosi secara besar maka endingnya akan tetap saja tidak akan mampu bertahan di tengah persaingan pasar.

Baca juga tentang ” Peluang Bisnis Modal Kecil

Selain kualitas, juga harus dilihat apa sajakah layanan yang dapat ditawarkan ke konsumen supaya bisa menjadi solusi atas permasalahan konsumen, ya benar, singkatnya apakah produk tersebut dibutuhkan atau tidak di pasar???. Pastinya sulit untuk menjual produk yang tidak dibutuhkan konsumen.

Satu hal lagi, apakah produk tersebut mampu memainkan emosi konsumen sehingga membuat mereka ingin memilikinya, sehingga produk tersebut bisa menjadi peluang usaha rumahan / usaha yang menjanjikan sekaligus ber-omset besar. Faktor ini terkadang lebih penting dari faktor kebutuhan. Jika seseorang membutuhkan produk, mereka masih menunda-nuda untuk membelinya. Tapi, jika seseorang sudah sangat menginginkan suatu produk, biasanya saat itu juga ia akan membelinya. Bahkan tanpa mempertimbangkan lagi faktor harga. Ini biasanya sering terjadi pada produk-produk yang yang termasuk dalam kategori hobi.

Setelah memahami ketiga factor di atas yaitu kualitas , kebutuhan dan keinginan, masih ada beberapa kesalahan berikut yang mungkin menimpa suatu produk :

salah pilih nama merek

salah pilih nama merek, sumber gambar : www.dandygoat.com

1. Salah Pilih Nama Merek

Berhati-hatilah dalam memilih nama. Anggapan “apalah artinya sebuah nama” bisa menjadi senjata makan tuan bagi mereka yang menyepelekan arti sebuah Merek. Kesalahan memilih merek kemungkinan masih bisa di tolerir karena mayoritas produk hanyalah bersifat komoditas. Jumlah produk yang beredar belumlah membeludak seperti sekarang.

Beberapa hal yang penting dalam memilih merek adalah :

  • Mudah diucapkan
  • Mudah di ingat
  • Tidak berarti buruk dalam bahasa lain

Tentu kita harus memilih merek yang jika dipadukan dengan slogan, memiliki arti yang bisa menjelaskan suatu produk. Jika suatu merek mempunyai makna yang jelas dan enak di ucapkan maka merek tersebut pasti lebih mudah di ingat dan tersimpan di benak orang dalam waktu yang lebih lama.

Terkadang sebuah nama saja tidak cukup , suatu merek juga harus didukung oleh logo dan slogan. Desainlah logo yang menarik,mudah di ingat dan relevan dengan merek. Logo yang bagus berbicara dalam bahasa “Visual”, dan visual akan lebih mudah terekam di otak pelanggan. Soal slogan, buatlah singkat dan bias menjelaskan apa sebenarnya produk yang ditawarkan. Slogan yang ampuh adalah serangkaian kata yang bias menjelaskan suatu merek hanya dengan satu kalimat saja.

kesalahan segmentasi

Kesalahan segmentasi, sumber gambar : stevepatticmo.com

2. Kesalahan Segmentasi

2 dari 7 Kesalahan Dasar Produk Baru berikutnya adalah kesalahan segmentasi. Kesuksesan suatu produk baru akan sangat bergantung dari kepiawaian seorang marketer untuk menerapkan strategi segmentasi yang benar. Kesalahan segmentasi berpangkal dari kurangnya informasi pasar. Akibatnya, pengelompokan konsumen tidak sesuai kondisi pasar sesungguhnya. Biasanya marketer menggabungkan proses segmentasi dengan targeting dan positioning. Padahal ketiganya berbeda dan perlu dipisahkan.

Baca juga Informasi tentang ” Kemitraan Waralaba Makanan

Menelisik kesalahan dalam segmentasi memang tak mudah. Pasalnya, kasus tersebut sering tidak terlihat dari luar. Orang lebih mudah mendeteksi kesalahan dari targeting. Segmentasi dan targeting memang sering dianggap “satu paket”. keduanya hampir sama, tapi beda. Segmentasi adalah tentang bagaimana memetakan, jadi kalau segmentasi salah , targeting biasanya akan akan salah. Tetapi kalau segmentasi benar pun, belum tentu targetingnya benar.

Segmentasi bisa salah karena ketidak mampuan marketer untuk mengidentifikasi segmen pasar dengan baik dan jelas. Segmentasi juga bias keliru karena pasar sudah bergeser : misalnya kearah lifestyle, tapi pemasar masih membaginya berdasarkan factor demografis , ini bias terjadi pada produk fashion.

Bisa juga, ketika pasar sebenarnya sudah semakin terfragmentasi atau terpecah-pecah , produk masih melihat pasar sebagai satu kesatuan besar. Motorola sebagai contoh , dulu masih melihat pasar ponsel di Indonesia dalam perspektif yang luas. Lain halnya dengan Samsung yang sudah membuat segmentasi yang jauh lebih beragam. tak heran bila Samsung lebih mampu melayani setiap segmen pasarnya secara tepat. Sebelum Samsung sebenarnya ada Sony Ericson yang sudah mensegmentasi pasarnya dengan lebih spesiik, yaitu pebisnis, penikmat music dan multimedia minded.

Sekian informasi mengenai 7 Kesalahan Dasar Produk Baru Bagian Pertama, tunggu bagian keduanya ya. Dan untuk kalian yang ingin mulai berbisnis makanan atau sedang mencari peluang usaha yang cocok, kami juga menyediakan artikelnya loh. Jangan lupa klik like & share ya.

baca Artikel tentang ” Rahasia Makanan Jepang Membuat Umur Panjang “

Sumber :
Majalah Markerting Edisi 09/XV/SEPTEMBER 2015